Thursday, March 24, 2011

Chiang Mai : Perburuan Tea House



Siam Celadon Tea House

158 Tha Pae Rd., T. Chang Moi, Muang District, Chiang Mai
































Lupa namanya, maaf. kalau idak salah ini salah satu paket breakfast mereka. Vegetarian Spring roll, dihidangkan dengan buah-buahan dan potongan brown sugar cake. Tehnya adalah Siam Black Tea merupakan Signature Teanya Siam Celadon Tea House



Siam Celadon Tea House ini terkenal dengan teh merek Raming Tea.. karena itu sering disebut juga The Raming Tea House Siam Celadon. dan jasmine teanya.... haruuum dan enak, dan murah! :)

Friday, March 18, 2011

Chiang Mai : Vegetarian Heaven Part 2


Tianzi Tea House
119/1 Kampangdin Rd, T, Changklan, A, Muang
ChiangMai, Chiang Mai 50100, Thailand








Petualangan mencoba makanan vegetarian di Chiang Mai membawa kami ke Tianzi Tea House.

Tempat ini memang sudah ada dalam daftar sebelum keberangkatan ke Chiang Mai.

Tianzi Tea House merupakan bagian dari Tianzi Biodiversity Research & Development Centre yang berpusat di Yunnan China.

Mereka menyajikan makanan sehat dengan suasana tempat yang alami. Menurut pengalaman orang-orang yang datang kemari, harus sabar menunggu, jadi kami nikmati aja duduk-duduk di gazebo (orang jawa pasti bilang di pendopo) di antara tanaman2 mirip hutan, dan leyeh-leyeh di bantal a la Thailand yang bentuknya segitiga itu loh...







Steak Tofu.. Healthy & Yummy








Buckwheat Salad.. semacam pasta tapi pastanya dibuat dati tepung buckwheat yang tidak mengandung gluten, jadi bukan terigu.

Nah...yang bulat-bulat kecoklatan, mirip pasta kerang, itulah buckwheat pastanya











Brown Rice Salad. dihidangkan dengan saus kacang, dan taburan wijen coklat (alias yang belum dibuang kulitnya) dan wijen hitam




Just for your information, semua makanan ini lezaaat, delicious!! Siapa bilang makanan vegetarian itu tidak enak :)

Monday, January 17, 2011

Chiang Mai: Vegetarian Heaven... Part 1

Perjalanan ke Chiang Mai, bulan desember lalu merupakan perjalanan impian. Pertama, Fifo sudah lama ingin ke Chiang mai dan kedua, saya sudah lama ingin balik ke Chiang Mai :). Sesederhana itu memang...

Thailand - boleh saya bilang surganya makanan enak - oke salah satunya lah, karena Indonesia juga surga makanan enak hahaha..

Chiang Mai pernah saya kungjungi sekitar 4 tahun silam secara singkat dalam suatu Study Visit dari Bangkok. Kalau waktu itu saya tidak menjelajah sendiri dan sulit menemukan makanan terhidang yang bukan daging babi, maka sekarang kami menjelajah secara independen, dan seperti halnya perjalanan yang lain segala rupa tempat makan yang disarankan dan tempat makan yang ingin saya datangi sudah tercatat... dan saya sendiri cukup heran menemukan banyak juga yang tergolong vegetarian food. Coba saya temukan 4 tahun lalu....

Perburuan Phad Thai. Phad Thai merupakan salah satu makanan Thai kesukaan kami dan sudah diniati akan makan Phad Thai di tempat asalnya haha... Maka ketemulah warung ini, tidak ada di bacaan tentang resto-resto, saya menemukannya di Chiang City Life Guide: 108 places to eat in Chiang Mai. dan ini bukan restoran, ini adalah jualan Phad Thai dengan gerobak, dan tempat duduk nya disediakan di sebuah tempat bersemen dengan meja stainless steel dan kursi-kursi plastik. dan antrian pembelinya yang mau beli dibungkus mengekor bagaikan ular :). Rasanya...? memang Ruaaarbiasa!! Harganya? 25 baht!! dan karena golongan kaki lima, tentu saja ini phad thai gak pakai udang seperti yang kami sering lihat dan makan. campurannya memang hanya tahu, toge dan telur. di bagian belakang disedikan meja panjang dengan baki-baki besar berisi ketimun, jeruk, kucai, toge segar bagi yang ingin menambah sayur, sekalian dengan es batu, tinggal ambil sendiri gelas dan esnya karena di meja-meja sudah tersedia "jug" berisi air putih. sangat amat ekonomis kan?

Food Coming from Heaven : Taste From Heaven.
237-239 Thapae Rd. (opposite Krung Thai Bank)

Kami tidak ragu bahwa memang makanan di tempat ini datang dari Surga...hahaha.. karena rasanya memang yummy dengan penyajian yang menarik (maaf, foto-foto perlu ditemukan dulu.. )


Inside the Temple: Pun-Pun.
Wat Suan Dok temple - Suthep Road
Ini memang bukan pertama kalinya kami makan vegetarian food di dalam Temple - pernah di Da Nang, tapi memang ini pertama kalinya kami makan di dalam temple di bawah Boddhi Tree dengan menu a la carte dan dengan kelezatan yang sebenar-benar nya... :)
Menu yang mengandung telur akan dicetak tebal, jadi kalau tidak mau telur, skip saja bagian bertelur ini :)










Mushroom Satay











Phad Thai & Gang Masaman (alias masaman curry)












Steak Tofu










Visit here to see more : http://www.openchiangmai.com/v2355.html


Kombucha Tea for The First Time : Dada Kafe.
20/1 Ratchamankla Road, Prasing, Muang, Chiang Mai 50200

Tempat ini dekat dengan penginapan kami di Ratchadamnoen, dan sudah saya baca sebelumnya tentang menu-menu sehatnya. Selain Organic Wheatgrass yang ditanam sendiri, minuman sehat yang disarankan adalah Kombucha Tea - tidak seperti teh pada umumnya, lebih mirip wine atau lebih tepatnya apple vinegar kali yaaa... :). Jadi kalau tidak suka rasa asam sebaiknya tidak minum, tapi kalau pengen merasakan minuman sehat ya coba saja kan tidak ada salahnya.























Vegetable Fried Rice, Vegetables soup & Kombucha Tea










I'll be right back............. :)

Thursday, November 11, 2010

Addicted to Vegetarian Food

Last week, we were so addicted to Hoa Dang Loving Hut Vegetarian Restaurant. We went there 2 days in row..!! (belum tau saya kenapa Hoa Dang sekarang bertambah namanya dengan Loving Hut). Better go there for dinner more elbow room than lunch :)

Pergi ke Hoa Dang bukan pertamakalinya, asalnya ini adalah gara-gara malas memasak. dan karena Fifo sudah bertekad sebulat-bulatnya menjadi vegetarian dan raw foodist, maka Hoa Dang lah jadi pilihan. sebab sudah terlalu sering ke Phap Hoa, sudah sering juga ke Tin Nghia, sudah sering pula yang di jalan Le Hong Phong.

Ini foto-foto hari pertama. Hari keduanya gak ada foto, selain gak bawa kamera, waktu itu kami datang dalam keadaan hujan. Dan sebetulnya sudah niatan pesen sup kacang...masalahnya sup kacangnya dalam mangkuk mini...huhuhu.. saya paling benci dengan foto makanan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Untungnya Vegetarian Goi Cuon nya enaaaak!! (tapi tetap gak ada foto yaaa..)
















Gỏi Rau Nhút (Neptunia Salad)

Rau Nhút adalah daun yang umum digunakan dalam masakan Thai, meskipun saya bertemu dengan nya waktu tinggal di Saigon. Bentuknya mengingatkan saya pada daun & batang pohon asam. Dijual di pasar dalam bentuk dahan & daun, namun hanya ujung-ujung dahan beserta daunnya yang dapat dimasak karena batangnya cukup keras. Demikian yang dijelaskan Son, dan yang juga biasa saya temukan dalam masakan Vietnam. Selain ditumis, umumnya dihidangkan untuk Hot Pot. Jadi buat saya, salad rau nhút ini yang pertama saya ketahui. Berhubung saya dan Fifo termasuk penggemar rau nhut, maka salad ini kami pilih, karena kalau Gỏi Du Dủ alias papaya salad sudah biasa banget.

Dalam bahasa Inggrisnya disebut Neptunia (neptunia oleracea lour / neptunia prostata) atau Water Mimosa, karena memang termasuk jenis tumbuhan air.

Nah nama Indonesianya apa? Ini yang belum saya temukan. Orang Malaysia menyebutnya Keman Air/Keman Gajah/Kangkung Puteri.












Chả Giò Chay (Vegetarian Fried Spring Roll)

Chả Giò adalah makanan favorit saya di vietnam, selain yang fresh. dan Chả Giò yang vegetarian lebih saya sukai, isinya bervariasi tergantung yang jual, umumnya adalah labu kuning, jamur, talas, kacang hijau, suun. Phap Hoa menurut saya memiliki the best chà giò chay.. :)










Cơm Hat Sen (Rice with lotus seed wrapped in Lotus Leaf)

Cơm Hat Sen merupakan nasi yang dikukus dengan biji lotus lalu dihidangkan dengan dibungkus daun lotus. Rasanya sih ada juga versi nasi goreng campur lalu dibungkus dengan daun lotus. Sedang saya cari dulu sejarah lengkapnya yaa...




Nhà Hàng Chay Hoa Dăng
38 Huynh Khương Ninh, Q1, Tp. HCM

Friday, August 13, 2010

Peace Roll - Vegetarian Food

Saya menemukan menu vegetarian baru yang menjadi favorit, segera setelah menggigitnya :). Namanya Peace Roll. Ini adalah hasil petualangan saya mencoba tempat makan vegetarian ZEN di Pham Ngu Lao, Saigon

Waktu itu karena makan sendirian, saya tidak berani mencoba banyak makanan, kalau ada Fifo kan ada yang membantu menghabiskan gitu. Jadi waktu itu hanya pesan sup dan makanan pembuka yang ringan. Setelah mempelajari menunya dengan serius bak orang yang mau ujian skripsi, saya tertarik dengan sebuah nama: Peace Roll. Saya tanyakan pada pemiliknya " cái này là cái gì?" alias apakah ini? dia bilang ada wortel, tahu.. Okelah, saya coba.

Rasanya? Wuenak tenan. Peace Roll adalah Fresh Spring Roll-dengan kulit lumpia vietnam yang tipis itu alias bánh tráng, diisi dengan wortel, jamus, tahu dan daun selada lalu di gulung. 4 gulungan kecil dijadikan satu dan digulung lagi menjadi gulungan besar.

Menu vegetarian yang segera menjadi favorit saya!! :) dan saya sudah bercita-cita membuatnya sendiri..

Tuesday, June 29, 2010

Tumis Daun Labu

Segala rupa daun dengan gampang saya temui di pasar, kayaknya segala rupa daun menjadi makanan orang Vietnam. Salah satu daun yang kami suka waktu ke Hai Phong adalah daun ubi / ketela. Terus kami juga jatuh cinta dengan Hoa Bi Vang, mirip bunga lily warnanya kuning, biasanya merupakan "sayur" wajib kalau makan hot pot, bisa juga diisi lalu digoreng tepung. Lalu kami pernah mencoba, nah ini yang lupa dimana dan kapan, yang kemudian kemarin saya temukan di pasar adalah daun labu lengkap dengan bunganya kecil-kecil kuning plus sulur-sulurnya yang membentuk spiral itu
Jadi ini pertamakalinya saya memasak sendiri Tumis daun labu, cukup dengan bawang putih dan kecap asin saja, sebagai tambahan adalah potongan tahu putih. Rasanya? gak beda jauh dengan bayam :)






Ini penampakan Daun Labu Before & After :)

Sunday, June 27, 2010

Sweet Potato in Lemongrass Gravy - Ubi Jalar kuah Serai

Ubi jalar merah adalah makanan favorit saya, dikukus begitu saja tetap enak, untuk camilan sore hari, kadang juga pagi. Beberapa hari lalu setelah baca-baca blog tentang makanan vegetarian, muncul lah ide untuk bikin masakan - bukan sekedar cemilan - berbahan dasar ubi jalar.

Sebetulnya sama sekali tidak kepikir mau dimasak apa, waktu itu baru kepikir ubi jalarnya dikukus saja, supaya tidak menunggu lama di wajan dan tingkat empuknya bisa diatur - saya tidak suka masak sesuatu yang terlalu matang.

Setelah sekian lama masak cuma berbekal bawang putih, maka saya mulai nulis-nulis lagi - maksudnya nulis apa saja yang mau dibeli di pasar besoknya hahaha... Jarang-jarang loh, saya merencanakan dengan baik mau beli apa dan masak apa, sejak lebih sering ber-raw food ria. Itupun akhirnya yang tertulis di kertas cuma ubi jalar merah, terong..hahaha.. waktu di pasar akhirnya beli serai cincang itu juga muncul begitu saja. Serai cincang? betul! Itulah senangnya tinggal di apartemen sekarang ini yang dekat dengan pasar becek tercinta itu. Serai, bawang putih, bawang merah, termasuk cabai sudah dicincang (kalau di pasar indonesia biasanya digiling).

Resep ini cuma membutuhkan ubi jalar merah kukus yang sudah dipotong kotak-kotak sesuai selera (atau ubi jalar lain yang disukai), terong dipotong kotak-kotak, bawang putih cincang, serai cincang, tomat cincang, kecap asin dan garam. Mudah bukan?

Memasaknya: tumis bawang putih cincang, tambahkan serai cincang, tumis hingga agak kering, masukkan tomat cincang, tambahkan kecap asin dan garam, tuang air sesuai selera, tunggu sebentar hingga kuah agak merah, masukkan terong, terakhir masukkan ubi jalar, aduk-aduk sebentar. angkat. hidangkan. Voila!!


Demikianlah resep gampang masakan ubi jalar merah :). Kalau mau tahu apa saja khasiat ubi jalar merah, baca-baca di posting sebelumnya ya... klik saja label ubi merah.