Tuesday, June 29, 2010

Tumis Daun Labu

Segala rupa daun dengan gampang saya temui di pasar, kayaknya segala rupa daun menjadi makanan orang Vietnam. Salah satu daun yang kami suka waktu ke Hai Phong adalah daun ubi / ketela. Terus kami juga jatuh cinta dengan Hoa Bi Vang, mirip bunga lily warnanya kuning, biasanya merupakan "sayur" wajib kalau makan hot pot, bisa juga diisi lalu digoreng tepung. Lalu kami pernah mencoba, nah ini yang lupa dimana dan kapan, yang kemudian kemarin saya temukan di pasar adalah daun labu lengkap dengan bunganya kecil-kecil kuning plus sulur-sulurnya yang membentuk spiral itu
Jadi ini pertamakalinya saya memasak sendiri Tumis daun labu, cukup dengan bawang putih dan kecap asin saja, sebagai tambahan adalah potongan tahu putih. Rasanya? gak beda jauh dengan bayam :)






Ini penampakan Daun Labu Before & After :)

Sunday, June 27, 2010

Sweet Potato in Lemongrass Gravy - Ubi Jalar kuah Serai

Ubi jalar merah adalah makanan favorit saya, dikukus begitu saja tetap enak, untuk camilan sore hari, kadang juga pagi. Beberapa hari lalu setelah baca-baca blog tentang makanan vegetarian, muncul lah ide untuk bikin masakan - bukan sekedar cemilan - berbahan dasar ubi jalar.

Sebetulnya sama sekali tidak kepikir mau dimasak apa, waktu itu baru kepikir ubi jalarnya dikukus saja, supaya tidak menunggu lama di wajan dan tingkat empuknya bisa diatur - saya tidak suka masak sesuatu yang terlalu matang.

Setelah sekian lama masak cuma berbekal bawang putih, maka saya mulai nulis-nulis lagi - maksudnya nulis apa saja yang mau dibeli di pasar besoknya hahaha... Jarang-jarang loh, saya merencanakan dengan baik mau beli apa dan masak apa, sejak lebih sering ber-raw food ria. Itupun akhirnya yang tertulis di kertas cuma ubi jalar merah, terong..hahaha.. waktu di pasar akhirnya beli serai cincang itu juga muncul begitu saja. Serai cincang? betul! Itulah senangnya tinggal di apartemen sekarang ini yang dekat dengan pasar becek tercinta itu. Serai, bawang putih, bawang merah, termasuk cabai sudah dicincang (kalau di pasar indonesia biasanya digiling).

Resep ini cuma membutuhkan ubi jalar merah kukus yang sudah dipotong kotak-kotak sesuai selera (atau ubi jalar lain yang disukai), terong dipotong kotak-kotak, bawang putih cincang, serai cincang, tomat cincang, kecap asin dan garam. Mudah bukan?

Memasaknya: tumis bawang putih cincang, tambahkan serai cincang, tumis hingga agak kering, masukkan tomat cincang, tambahkan kecap asin dan garam, tuang air sesuai selera, tunggu sebentar hingga kuah agak merah, masukkan terong, terakhir masukkan ubi jalar, aduk-aduk sebentar. angkat. hidangkan. Voila!!


Demikianlah resep gampang masakan ubi jalar merah :). Kalau mau tahu apa saja khasiat ubi jalar merah, baca-baca di posting sebelumnya ya... klik saja label ubi merah.



Monday, May 24, 2010

Meat Free Monday

Today is a Meat Free Monday.. So Meat free it is! :) Meskipun pada dasarnya hampir setiap hari buat saya adalah meat free. Hampir...umumnya kalau weekend kadang masih makan entah udang, ikan atau ayam. Umumnya..kadang-kadang weekend juga gak makan daging.

Saya sekarang semakin gak doyan makan daging dalam potongan gede, misalnya daging sapi yang dipotong kotak-kotak atau lebih besar lagi, atau ayam goreng. Boleh percaya boleh tidak...rasanya aneh, sulit ditelan, janganka menelan mengunyahnya terasa sulit, tepatnya seperti orang jawa bilang "nggilani".. Sulit kan nyari padanan katanya? :) Kalau dagingnya berupa cincangan, nah masih bisa saya memakannya. Kapan terjadinya? tepatnya saya juga tidak tahu, mungkin waktu saya semakin rajin gak makan daging. Kalau ketemu dagingnya bukannya semakin mencari atau terasa lebih nikmat, malah terasa aneh.

Sudah 100% tidak makan daging?... belum! Kadang saya masih makan telur, meskipun seperti halnya kadang-kadang di akhir pekan makan daging, maka makan telur juga jarang-jarang.

Nah..bagaimana dengan Meat Free Monday hari ini? Tadi pagi sarapan Vegetarian Nachos. Nachosnya ya nachos biasa terbuat dari jagung. Isinya kacang merah, irisan daun selada, irisan tomat dan bubur avokad di Huong Viet alias Vietnamese Aroma. Salah satu tempat favorit saya, terutama kalau pengen makan French Toast. Satu manajemen dengan La Cantina - yang makanan Mexiconya juga enak-enak, reasonable price dan quite generous portion. Sedangkan Huong Viet lebih banyak memiliki menu makanan Vietnam selain Mexico & Western.
Kok tumben gak sarapan buah? Bangun nya telaat..bangunnya sih tetap pagi. Turun dari ranjangnya yang telat.. Gak tau kenapa this morning turned to be a lazy monday :).

Makan siang di Pháp Hoa Cơm Chay. Depot Vegetarian favorit kami. Murah meriah pula, makan berdua termasuk minum es tehnya 40.000VND alias 20.000 rupiah. Tumis jamur, salad sayur dan vegetarian lumpia (isinya talas, lapu parang & wortel). Sebelum pulang, mbungkus dulu 3 biji lumpia. Biasanya jam 5an gitu agak-agak lapar :). Ternyata saya tidak lapar blasss...hari ini begitu panasnya, sampai saya lebih kehausan daripada kelaparan.

Makan malam? saya tidak makan malam. Cuman menemani Fifo makan, sambil menghabiskan lumpia nya Pháp Hoa tadi - yang sedianya buat cemilan sore - dan minum jus jeruk bali tanpa gula alias sugar free pomelo juice alias nước ép bưởi không dường. Masih lagi segelas es teh tawar, dan segelas lagi setelah sampai di rumah.

Begitulah Meat Free Monday saya... :)



Huong Viet / Vietnamese Aroma - 175/10 Phạm Ngũ Lão, Q1, HCMC

Pháp Hoa Cơm Chay - 200 Nguyễn Trãi, Q1, HCMC

Thursday, May 6, 2010

Trying to be 100% vegetarian

I'm trying to be 100% Vegetarian. Why? alasan utama memang adalah kesehatan - health reason, namun alasan lain juga karena I love this planet... Saya juga merasakan bahwa bumi ini semakin panas, tidak nyaman ditinggali, tapai apa ya ada tempat lain buat pindah? Jadi kalau menjadi vegetarian bisa mengurangi Global Warming, so why not?

Sejauh ini, baru bisa sehari-hari vegetarian, waktu weekend masih makan daging sekali-sekali, sambil meminta maaf pada hewan yang saya santap. It's true!! setiap mau makan, saya bilang "ayam maaf ya kamu saya makan...." hehehehe...

Lalu menu hari ini? Saya bikin jamur tumis dan tahu. Tadinya mau bikin jamur-tahu tumis kecap dengan lalap dan sayur kukus. Ternyata Fifo gak jadi makan di rumah. berhubung makan sendirian, ya sudah porsi jamur dan tahu dikurangi. Sayur yang tadinya mau dikukus, mau saya cemplungkan saja ke tumisan tahu-jamur, lalu dihidangkan dengan daun selada & tomat.

Sekarang sih, saya sedang menikmati jagung kukus ditaburi kacang hijau, parutan kelapa dan bawang goreng. "Cemilan" favorit saya di Vietnam ini.. :)

Tadi pagi, sebagai sarapan adalah jambu air dan papaya potong.. lalu 30 menit kemudian ditutup dengam minum segelas jus Rau Ma.. alias daun pegagan.. Sekarang tidak terlalu sering minum rau ma but still my favourite..

Tuesday, August 11, 2009

Wonderful tempe


Ini tempe baru... baru segalanya! Kedelainya baru beli, Raginya baru dapat, tempenya baru jadi langsung di foto... (ini 2 hari lalu..)

Senangnya hari saya... tempenya putih dan cantik, lihat aja bahkan serabut temepnya juga cantik.

Hingga hari ini tetap saja saya pakai takaran sendok - tetap gak punya timbangan - hehehehe..

Ini sekitar 15 sendok makan kedelai, saya pakai raginya 2 jumput setengah.

Kalau nguliti tidak lagi dalam air seperti biasa, selesai saya rebus, saya diamkan agak dingin lalu saya saring, baru saya kuliti, kulit langsung masuk keranjang sampah, jadi saya tidak bolak-balik membilas dengan air seperti halnya kalau menguliti dengan kedelai tetap dalam panci beserta air rebusan nya (dan itu pun tetap saja bikin tangan pegel gak keruan... hehehe)

Dan - mungkin ini adalah berkah - selama di Saigon, tempe ini selalu sukses kalau pakai daun pisang, bukan plastik

Jadi kira-kira tempe saya sukses bila...

* Pakai kedelai yang besar bulat-bulat (kalau yang gepeng terlalu keras)

* Merebus kedelainya tidak 30 menit - 20 menit saja cukup (kecuali mau tempe yang empuk sekali waktu dimakan)

* Menggunakan daun pisang

* Dan resep standar lainnya, ragi baru, tetap kering, tangan tidak basah selama meragi, perlatan bersih, tempat menaruh ragu bersih

* O iya... bagian atas keranjang tempat saya naruh tempe, saya tutupi serbet..

Hari ini Tempe Day lagi, kali ini mencoba peruntungan dengan menggunakan plastik lagi...

Mari kita lihat hasilnya.. Sim Salabim Abakadabra... !

Saturday, June 6, 2009

Tempeku..Oh Tempeku

Setelah gagal dan gagal lagi, sejak kembali dari Indo, hari ini nyoba bikin lagi. Dengan semangat yang agak kendo sih. Mana waktu ngupasnya, ndoprok di lantai, sambil tangan pegel dan jari-jari kisut..cuman 12 sendok kedelai padahal.

Eh...sedang asik-asik menunggu kering, dan berharap hari ini tiada lagi kegagalan, ternyata Fifo sudah pulang, maka waktunya untuk pertandingan tenis sudah datang. Walah..walah..!

Tadinya sudah maju mundur antara ikut atau tidak, secara sudah capek-capek ngupas gitu loh.. gak rela juga kalau gagal lagi. Tapi berhubung ke Hoa Dang di jalan Dien Bien Phu dia gak tahu, saya pikir kalau dia nyasar maka ketemu Nelson semakin telat ke pertandingan juga telat, wah tambah runyam. Ya sudah lah rela aja ikut.

Seperti sudah di duga kalau kedelainya dikeringkan tapi tidak ditungguin, maka yang ada jadi kering kerontang, kalau sudah begitu tidak bisa dikasih ragi. Sampai saya bela-belain pulang dari pertandingan tadi memilah yang masih bisa "diselamatkan" alias yang gak kekeringan. Kasih ragi, masukin ke plastik, meskipun jadinya mini, masih berharap besok malam akan jadi tempe...

Tempe Oh Tempe.... masih punya semangat aku untuk bikin lagi, meskipun minggu depan bakal sibuk volunteering... (jadi kapan bikin nya dong...)

Kayaknya ronde berikutnya musti pakai daun pisang nih...

Wednesday, June 3, 2009

Tempe ku... Gagal Maning..Gagal Maning

Wuah... ternyata saya tidak cuman jatuh bangun untuk hidup sehat. Bikin tempe pun bisa bikin jatuh bangun. Sudah 2 kali sejak pulang ke Indo, april kemarin, bikin tempe tidak ada yang berhasil. 3 hari lalu bikin tempe, gatot! alias gagal total, tidak jadi blasss..! tetep aja berbentuk kedelai. Kemarin bikin lagi, setelah semalaman kok saya belum melihat tanda-tanda bakal jadi... Duh! apalagi yang salah! Padahal bikin di rumah selalu sukses, tempe jadi demikian indah dan orang-orang di rumah pada doyan.

Padahal AC di ruang tamu tadi malem juga gak nyala, jadi apa dong???
BIasanya pakai kantung plastik juga jadi, meskipun kadang-kadang juga sih... malah kadang-kadang 50-50 (ini bukan metode bantuan di Who wants to be millionaire..), alias kalau bikin 4, kadang ada 1-2 bungkus gak jadi, yang lain jadi. Dan sejauh ini kalau saya bungkus dengan daun pisang, pasti jadi. Mungkin jodohnya dengan daun pisang kali.

Padahal lagi - karena di srumah selalu sukses - waktu balik dari Indo, sudah bawa itu plastik yang sama persis, beli 5 pak lagi, banyak kan? Lah kalau gak kepakai, giman coba itu plastik, mau buat bekal makanan juga terlalu kecil.

Oh Tempe... kau buat diriku jatuh bangun mengejar mu...Halah!