Happy New Year! bangun tetap pagi, karena badan sudah terprogram, hehehehe... tapi tetep aja tinggal di kasur sampai hampir jam 8. Memberi surprise Fifo dengan menghidangkan biscotti & Cappucino, lalu saya sendiri bikin Decaff Latte...
Setelah itu, biasa lah 5 Tibetian Rites & Senam Senerindo, sampai hampir 1 jam, gak sadar sih....
Lalu menghabiskan sisa Latte saya, mandi dan meluncur ke SOHO Cafe di Nguyen Thi Minh Khai, I think this is the best internet cafe in town, genereous & delicious meals, wifi free & plugs under your seat-easy to find :), that's why this place always packed - day & night..
Makan pagi saya adalah Banh Mi - roti baguette denga macam2 cold cut dan sayur mayur
Showing posts with label Raw Food. Show all posts
Showing posts with label Raw Food. Show all posts
Thursday, January 1, 2009
Days of Raw Food - Day Three
End of Year.... Sarapan di Dandang Gendis Healthy Cafe... rasanya hari ini tidak ada raw food, sebab sarapan dengan sekeping roti yang di olesi mentega lalu ditaburi dengan cinnamon powder. rasanya? Yummy... & healthy. Ya.... Raw Food hari ketifa memang agak berantakan. O iya, sempat juga mencicipi 2 sendok bekal makan siang orang-orang yaitu Mie goreng sayur campur alias mixed vegetables & mushroom Fried Noodles. Tapi 5 Tibetian Rites jalan terus juga Senam Senerindo waktu sore, apalagi hujan deras mengguyur Sai Gon, seperti ingin menghabiskan hujan di Tahun 2008.
Waktu makan siang? Dihidangkan salad alfalfa & Inoki dengan sisa-sisa thousand island dressing plus selada keriting. Hari ini pengen mencoba hidangan Kita Coffe di Nguyen Hue, maka yang dipilih adalah Roasted vegetables with Hummus on Brown Baguette, dihidangkan dengan beberapa lembar keripik ubi-ubian. Lumayan... So setidaknya masih ada makanan mentahnya, tapi porsi kecil sih... ya sudah tidak usah menyesal.
Makan malam? ini lagi. Ancuuur. karena kami - saya, Fifo dan Eny - meluncur ke district 1 dengan bisa seperti biasa, mencari makan malam, lalu berakhirlah di Miss Saigon Restaurant, makan berbagai dimsum & orang-orang memilih Su kuah dengan versinya masing-masing. Pilihan jatuh pada Dumpling bayam, yang ternyata keluar tidak sesuai gambar, dumpling putih, padahal di gambarnya hijau, lalu isinya juga bukan bayam tapi seafood dan daun bawang. Hahahaha... saya sampai konfirm ke pelayan nya apakah ini si dumpling bayam itu, dia bilang iya dan bilang kalau bayamnya di dalam. dan saya sampai membongkar si dumpling, tapi tetap aja yang saya temukan si daun bayam, masak sih saya gak bisa membedakn daun bayam dan daun bawang? Atau kokinya mencincang si bayam begitu halusnya? Ya sudah.... :). Puas? Puas, makanan enak, harga terjangkau. Raw Food. Lupakan saja. hehehehe..
Setelah itu? Kami berakhir di jalanan, menunggu Malam Berakhir dan Tahun Berganti... At the end, kami sampai di apartemen jam 1 pagi.... Happy New Year Everbody! May God Bless You..
Dandang Gendis Healthy Cafe
Sai Gon, 31 Desember 2009
Waktu makan siang? Dihidangkan salad alfalfa & Inoki dengan sisa-sisa thousand island dressing plus selada keriting. Hari ini pengen mencoba hidangan Kita Coffe di Nguyen Hue, maka yang dipilih adalah Roasted vegetables with Hummus on Brown Baguette, dihidangkan dengan beberapa lembar keripik ubi-ubian. Lumayan... So setidaknya masih ada makanan mentahnya, tapi porsi kecil sih... ya sudah tidak usah menyesal.
Makan malam? ini lagi. Ancuuur. karena kami - saya, Fifo dan Eny - meluncur ke district 1 dengan bisa seperti biasa, mencari makan malam, lalu berakhirlah di Miss Saigon Restaurant, makan berbagai dimsum & orang-orang memilih Su kuah dengan versinya masing-masing. Pilihan jatuh pada Dumpling bayam, yang ternyata keluar tidak sesuai gambar, dumpling putih, padahal di gambarnya hijau, lalu isinya juga bukan bayam tapi seafood dan daun bawang. Hahahaha... saya sampai konfirm ke pelayan nya apakah ini si dumpling bayam itu, dia bilang iya dan bilang kalau bayamnya di dalam. dan saya sampai membongkar si dumpling, tapi tetap aja yang saya temukan si daun bayam, masak sih saya gak bisa membedakn daun bayam dan daun bawang? Atau kokinya mencincang si bayam begitu halusnya? Ya sudah.... :). Puas? Puas, makanan enak, harga terjangkau. Raw Food. Lupakan saja. hehehehe..
Setelah itu? Kami berakhir di jalanan, menunggu Malam Berakhir dan Tahun Berganti... At the end, kami sampai di apartemen jam 1 pagi.... Happy New Year Everbody! May God Bless You..
Dandang Gendis Healthy Cafe
Sai Gon, 31 Desember 2009
Tuesday, December 30, 2008
Days of Raw Food - Day Two
Setelah bangun pagi, dan bergiat diri dengan 5 Tibetian Rites...minum secangkir air hangat dengan perasan lemon. Maka jalan pagi keliling apartemen pun dimulai. Hari ini ke pasar dengan membawa daftar belanjaan. yang cilaka adalah itu daftar belanjaan untuk menunya Fifo, jadi lupa belanja daun-daun-an buat salad hahahaha... dasar!
Ya sudah... mari sarapan dulu di Dandang Gendis Healthy Cafe. Hari ini hidangan sarapan cincangan daging kelapa muda dan labu kukus setengah matang, yang sudah dihancurkan jadi satu pake garpu, sehingga kayak bubur, lalu ditutup dengan secangkir Green Tea Latte yang terbuat dari matcha alias bubuk teh hijau dan Soya milk.
Apa kira-kira menu makan siangnya? maka saya jadi bingung siang mau makan apa. Nah, sarapan Fifo pagi ini adalah sandwich 3 lapis yang fillingnya adalah bayam dengan saus thousand island (bayamnya cukup disiram air mendidih, lalu ditiriskan dan dicincang). Jadi lah lebihnya si bayam itu dituangi kuah sup yang terdiri atas lobak dan wortel, plus segenggam toge.Jadi menu makan siang hari ini adalah Sup Vegetarian plus beberapa potong tahu sutra. Gak ada yang mentah? Iya sih, tapi waktu 'tea time' saya sudah minum segelas Rau Ma, remember ? Jus sayur pegagan? Nah itu lah dia!
Agaknya hari ini jadi sering ngemil, karena waktu jam setengah 11an, lapar menyergap dan pinggiran roti tawar dengan olesan selai kacang tanpa gula (ini adalah selai kacang tanpa campuran gula yang baru ketemu di Vietnam, oh ada juga di Singapore, pernah liat di supermarket, kacang digiling lalu langsung dimasukkan wadahnya, cuman waktu itu gak pernah beli hehehe) pun menjadi pengganjal perut. Penting ngemil ini? sebetulnya enggak sih. hehehehe
Hari ini Sai Gon hujan deras hampir sepanjang hari, mustinya saya mau bikin Sup Mi Vegetarian buat dinner, tapi orang-orang pada gak makan di rumah sebab dari kantor makan rame-rame, sebab penjualan sudah menembus target. Maka setelah olah raga dan mandi, duduk manis lah saya di Dandang Gendis Healthy Cafe, menikmati makan malam sehat terdiri atas salad Alfalfa Sprout, Cucumber, Inoki, Shitake & Black Mushroom dengan dressing Mustrad Oil & Lemon. Lalu hidangan utamanya adalah campuran tahu sutra mentah dengan labu dicampur dengan cinnamon powder & black sesame. Yummy....! :)
Jadi inilah hari kedua be-raw food ria:
Breakfast : Coconut & pumpkin
Morning Break : Pennyworth Juice
Lunch : Vegetarian Soup (carrot, beansprout, tofu)
Dinner : Alfalfa & Mixed mushroom salad, Mashed Tofu & Pumpkin with cinnamon powder & black sesame
saya sudah hidup begitu sehat, saya berhak untuk sehat... Besok lebih baik lagi deh ;)
Dandang Gendis Healthy Cafe
Sai Gon, 30 Desember 2008
Ya sudah... mari sarapan dulu di Dandang Gendis Healthy Cafe. Hari ini hidangan sarapan cincangan daging kelapa muda dan labu kukus setengah matang, yang sudah dihancurkan jadi satu pake garpu, sehingga kayak bubur, lalu ditutup dengan secangkir Green Tea Latte yang terbuat dari matcha alias bubuk teh hijau dan Soya milk.
Apa kira-kira menu makan siangnya? maka saya jadi bingung siang mau makan apa. Nah, sarapan Fifo pagi ini adalah sandwich 3 lapis yang fillingnya adalah bayam dengan saus thousand island (bayamnya cukup disiram air mendidih, lalu ditiriskan dan dicincang). Jadi lah lebihnya si bayam itu dituangi kuah sup yang terdiri atas lobak dan wortel, plus segenggam toge.Jadi menu makan siang hari ini adalah Sup Vegetarian plus beberapa potong tahu sutra. Gak ada yang mentah? Iya sih, tapi waktu 'tea time' saya sudah minum segelas Rau Ma, remember ? Jus sayur pegagan? Nah itu lah dia!
Agaknya hari ini jadi sering ngemil, karena waktu jam setengah 11an, lapar menyergap dan pinggiran roti tawar dengan olesan selai kacang tanpa gula (ini adalah selai kacang tanpa campuran gula yang baru ketemu di Vietnam, oh ada juga di Singapore, pernah liat di supermarket, kacang digiling lalu langsung dimasukkan wadahnya, cuman waktu itu gak pernah beli hehehe) pun menjadi pengganjal perut. Penting ngemil ini? sebetulnya enggak sih. hehehehe
Hari ini Sai Gon hujan deras hampir sepanjang hari, mustinya saya mau bikin Sup Mi Vegetarian buat dinner, tapi orang-orang pada gak makan di rumah sebab dari kantor makan rame-rame, sebab penjualan sudah menembus target. Maka setelah olah raga dan mandi, duduk manis lah saya di Dandang Gendis Healthy Cafe, menikmati makan malam sehat terdiri atas salad Alfalfa Sprout, Cucumber, Inoki, Shitake & Black Mushroom dengan dressing Mustrad Oil & Lemon. Lalu hidangan utamanya adalah campuran tahu sutra mentah dengan labu dicampur dengan cinnamon powder & black sesame. Yummy....! :)
Jadi inilah hari kedua be-raw food ria:
Breakfast : Coconut & pumpkin
Morning Break : Pennyworth Juice
Lunch : Vegetarian Soup (carrot, beansprout, tofu)
Dinner : Alfalfa & Mixed mushroom salad, Mashed Tofu & Pumpkin with cinnamon powder & black sesame
saya sudah hidup begitu sehat, saya berhak untuk sehat... Besok lebih baik lagi deh ;)
Dandang Gendis Healthy Cafe
Sai Gon, 30 Desember 2008
Monday, December 29, 2008
Days of Raw Food - Day One
Hari ini... Ke pasar kesiangan hehehehe... jadi tidak banyak yang bisa diharapkan bahwa Dandang Gendis Healthy Cafe saya beroperasi dengan lengkap hehehe.
So hari pertama mencoba Raw Food beginilah jadinya: Datang ke Dandang Gendis Healthy Cafe, dan memesan sarapan. Sebuah Kelapa muda terhidang di depan saya. Cuman karena cukup besar, maka daging kelapa dikerok setengah bagian, airnya juga diambil setengah bagian. Maka sarapan hari ini dimulai dengan makan daging kelapa muda dengan air kelapanya, kuenyaang bo...
Setelah menyiapkan sarapan dan bekal untuk fifo & Eny, bersih-bersih dapur, lalu mandi... dan jam sepuluh ketika keinginan ngemil datang.... (sebenarnya masih kenyang, tepatnya kekenyangan minum hehehe...). Pikir-pikir, apa yang bisa disipakan oleh Dandang Gendis ya? Yang sehat, cukup mengenyangkan, tidak memanjakan keinginan ngemil yang gak perlu? Maka secangkir Green Tea Latte menjadi pilihan.... l
Lalu setelah itu saya browsing & Chatting dengan teman di Hanoi & sesekali dengan Fifo, juga dengan Christian. Sudah hampir tengah hari, tapi belum lapar.... sambil bergaul dengan Pico saya, sekalian nyuci baju hingga 3 ronde. Fifo sampai kaget. Lha kan ada jins, lalu ada baju0baju rumah, dan ada baju-baju yang perlu handwashing. gak inget juga kapan mulai pengen makan siang, tapi menu hari ini musti ada Sup ayam jahe, karena buat pengusir Flu
Makan siang saya di dandang Gendis mulai dengan salad sayur mentah - karena ke pasar kesiangan itu tadi - maka menu saladnya cuma terdiri atas daun selada dan timun cincang dengan minyak sawi (mustard seed oil) dan sedikit selai kacang dan perasan jeruk nipis. Baru saya makan Sup ayam jahe tadi, dengan kuah yang masih panas. Hhhmmmm....sedaap!! Terasa hangat oleh jahe, dan ayamnya empuk karena direbus dengan api kecil hampir se-jam.
Entah jam berapa...lalu saya berangkat ke tempat tidur, bangun dengan kagetnya oleh bunyi telepon dari Fifo, dan di luar ternyata hujan sangat deras. dan ternyata juga sudah hampir setengah lima. Maka olah raga jalan kaki pun batal. yang terpikir ya cuman senam sehat Senerindo, Dan ditengah-tengah bersenam ria itu, Fifo dan Eny pulang kantor. Waak!! jam 5? Tumben amat, angka yang tidak lazim buat para penggila kerja ini. Hehehehehe
Hampir jam 6, kami - saya & Fifo - keluar apartemen, ngeliat di ujung jalan apa si tante manis masih jual Bubur bakso sapi. Yup! masih di sana.... sekedar mencoba, jadi cuman satu-dua sendok dan sepotong bakso. tapi Fifo doyan banget, jadi semangkuk lagi muncul buat dia. hehehe
Lalu makan apa malam ini? jangan khawatir, Dandang Gendis Healthy cafe sudah menyiapkan makan malam lezat buat saya. Semangkuk labu parang susu kedelai yang hangat dan nyaman. no sugar. no additive. Nothing. Just labu dan susu kedelai plus telasih. Susunya tidak terlalu banyak, jadi agak-agak mirip bubur encer. Sluuurp....!! Yummy!
Baru setelah itu saya bikin nasi ayam buat makan malam Fifo, yang semuanya saya buat di rice cooker, mulai menumis cincangan bawang putih, ayam, nasi dan sekalin memasaknya hingga matang. baru ditaburi bawang daun, bawang goreng, dan wijen hitam. Jangan lupa minyak wijen. Di situ letak kunci lezat dan wanginya :)
Jadi beginilah hari pertama Raw Food
Breakfast : Raw Coconut
Lunch : Vegetables salad with mustard oil, lemon & peanut butter. Chicken Soup for the Flu.
Dinner : Soya milk with pumpkin
dan sambil mengetik ini, saya menikmati secangkir Darjeeling Tea hangat dengan Stevia leaves
Besok pasti bisa lebih baik lagi... ;)
Saya sudah hidup sehat..begitu sehat. Saya berhak untuk sehat....
Dandang Gendis Healthy Cafe...
Sai Gon, 29 Desember 2008
So hari pertama mencoba Raw Food beginilah jadinya: Datang ke Dandang Gendis Healthy Cafe, dan memesan sarapan. Sebuah Kelapa muda terhidang di depan saya. Cuman karena cukup besar, maka daging kelapa dikerok setengah bagian, airnya juga diambil setengah bagian. Maka sarapan hari ini dimulai dengan makan daging kelapa muda dengan air kelapanya, kuenyaang bo...
Setelah menyiapkan sarapan dan bekal untuk fifo & Eny, bersih-bersih dapur, lalu mandi... dan jam sepuluh ketika keinginan ngemil datang.... (sebenarnya masih kenyang, tepatnya kekenyangan minum hehehe...). Pikir-pikir, apa yang bisa disipakan oleh Dandang Gendis ya? Yang sehat, cukup mengenyangkan, tidak memanjakan keinginan ngemil yang gak perlu? Maka secangkir Green Tea Latte menjadi pilihan.... l
Lalu setelah itu saya browsing & Chatting dengan teman di Hanoi & sesekali dengan Fifo, juga dengan Christian. Sudah hampir tengah hari, tapi belum lapar.... sambil bergaul dengan Pico saya, sekalian nyuci baju hingga 3 ronde. Fifo sampai kaget. Lha kan ada jins, lalu ada baju0baju rumah, dan ada baju-baju yang perlu handwashing. gak inget juga kapan mulai pengen makan siang, tapi menu hari ini musti ada Sup ayam jahe, karena buat pengusir Flu
Makan siang saya di dandang Gendis mulai dengan salad sayur mentah - karena ke pasar kesiangan itu tadi - maka menu saladnya cuma terdiri atas daun selada dan timun cincang dengan minyak sawi (mustard seed oil) dan sedikit selai kacang dan perasan jeruk nipis. Baru saya makan Sup ayam jahe tadi, dengan kuah yang masih panas. Hhhmmmm....sedaap!! Terasa hangat oleh jahe, dan ayamnya empuk karena direbus dengan api kecil hampir se-jam.
Entah jam berapa...lalu saya berangkat ke tempat tidur, bangun dengan kagetnya oleh bunyi telepon dari Fifo, dan di luar ternyata hujan sangat deras. dan ternyata juga sudah hampir setengah lima. Maka olah raga jalan kaki pun batal. yang terpikir ya cuman senam sehat Senerindo, Dan ditengah-tengah bersenam ria itu, Fifo dan Eny pulang kantor. Waak!! jam 5? Tumben amat, angka yang tidak lazim buat para penggila kerja ini. Hehehehehe
Hampir jam 6, kami - saya & Fifo - keluar apartemen, ngeliat di ujung jalan apa si tante manis masih jual Bubur bakso sapi. Yup! masih di sana.... sekedar mencoba, jadi cuman satu-dua sendok dan sepotong bakso. tapi Fifo doyan banget, jadi semangkuk lagi muncul buat dia. hehehe
Lalu makan apa malam ini? jangan khawatir, Dandang Gendis Healthy cafe sudah menyiapkan makan malam lezat buat saya. Semangkuk labu parang susu kedelai yang hangat dan nyaman. no sugar. no additive. Nothing. Just labu dan susu kedelai plus telasih. Susunya tidak terlalu banyak, jadi agak-agak mirip bubur encer. Sluuurp....!! Yummy!
Baru setelah itu saya bikin nasi ayam buat makan malam Fifo, yang semuanya saya buat di rice cooker, mulai menumis cincangan bawang putih, ayam, nasi dan sekalin memasaknya hingga matang. baru ditaburi bawang daun, bawang goreng, dan wijen hitam. Jangan lupa minyak wijen. Di situ letak kunci lezat dan wanginya :)
Jadi beginilah hari pertama Raw Food
Breakfast : Raw Coconut
Lunch : Vegetables salad with mustard oil, lemon & peanut butter. Chicken Soup for the Flu.
Dinner : Soya milk with pumpkin
dan sambil mengetik ini, saya menikmati secangkir Darjeeling Tea hangat dengan Stevia leaves
Besok pasti bisa lebih baik lagi... ;)
Saya sudah hidup sehat..begitu sehat. Saya berhak untuk sehat....
Dandang Gendis Healthy Cafe...
Sai Gon, 29 Desember 2008
Friday, August 1, 2008
Raw Salad for Lunch
Makan siang saya hampir selalu disertai salad mentah. Kali ini sambil nyoba daun baru, yang ijo bentuk waru tuh, dan wangiii.. Pokoknya di pasar becek itu, saya bisa nemu jamur champignon,jamur tiram, daun mint, bahkan daun dill, dengan 1000 rupiah! I love vietnam. Kali ini saladnya ditemani tumis aneka sayur. Menu favorit, super gampang & super sehat..
Tuesday, July 15, 2008
Pegagan alias Rau Ma alias Centella Asiatica
Centella Asiatica, di Vietnam dinamai sebagai Rau Ma, dan sering diminum sebagai jus sayur. Di pasar dekat Apartemen saya juga jual, di tempat Cie yang jual tahu langganan kami. Harganya? 1500 vnd!!! murah kan? Masalahnya belakangan dia suka gak jual, gak tau kenapa, justru waktu saya lagi gemar-gemarnya beli Rau Ma...hiks, karena kalau beli di penjual Sinh To di Hem 835 Tran Hung Dao harganya jadi 4000 vnd, di Benh Than 5000 vnd, di penjual jus Cao Dat dekat apartemen yang cuman buka malam itu lebih gila lagi, 7000 vnd!! Eits...ini bukan curhat, ini kan mau cerita apa itu Pegagan. Waktu pertama browsing tentang Centella Asiatica, daun ini ternyata merupakan herba ayurvedic di India dan sudah digunakan sejak 3000 tahun lalu (makanya makin semangat aja mencari Rau Ma, yang sering kami plesetkan jadi Roma Irama.... hahahahaha). Pegagan merupakan tumbuhan yang secara luas dikenal sebagai tanaman yang digunakan untuk memperkuat ingatan / memori. Manfaat pegagan antara lain sebagai pembersih darah karena itu sering dipakai untuk detoksifikasi, melancarkan peredaran darah, menghentikan pendarahan, diuretika, anti bakteri, tonik, juga untuk menghambat terjadinya keloid. Beberapa sumber juga menyebutkan digunakan untuk produk-produk kulit & kosmetik. Ini beberapa penjelasan tentang Pegagan dari berbagai sumber, silahkan diklik, kalau mau browsing sendiri juga bisa... :)http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan
http://en.wikipedia.org/wiki/Gotu_Kola
http://www.shvoong.com/medicine-and-health/investigative-medicine/1738889-comparison-effects-extract-pegagan-centella 1738889-comparison-effects-extract-pegagan-centella/
Salad Cincau Hijau
Ini salad, mulanya adalah kecelakaan. Maksudnya si Ervin salah membeli cincau hijau, yang dia kira Rau Ma. Alkisah, saya & Ervin penggemar berat Rau Ma, ini adalah minuman jus sayur yang bisa dilihat di pinggir-pinggir jalan, di penjual Sinh To, penjual minuman di pasar, atau tempat-tempat makan yang jual minuman lah (tapi pastikan ada tulisan Rau Ma, atau kalau di Nhu Lan tertulis Centella Asiatica). Alkisah, sudah sejak lama melihat orang-orang suka ngemper sambil minum segelas jus berwarna hijau, tak tau itu apa. atau tepatnya takut beracun kale... hehehe. Waktu Hari Raya tempo hari yang tiba-tiba Sai Gon jadi sepi itu, lalu Nick ngajak jalan ke Cho Binh Tay, secara dia minum itu jus,jadi ikutan nyoba, tanpa tau namanya, pokoknya Rau Ma aja. Waktu makan di Nhu Lan, di deretan daftar jus ada tertulis Centella Asiatica, dasar penasaran, sampai di rumah browsing deh. Dari situlah, ketemu itu adalah si jus hijau Rau Ma, dan alias Pegagan dalam bahasa Indonesia. Omong-omong abis ini ceritanya apa itu Pegagan, sekarang nerusin dulu tentang si Salad, kan ini lagi bicara Salad hehehe.... Nah, abis si Ervin balik dari pasar, dan waktu saya buka ternyata cincau hijau (dan Ervinnya getun setengah mati karena bukan Rau Ma :p), pikir punya pikir, seperti waktu di rumah doyan bikin salad pakai cincau hitam, maka jadilah pas makan siang segala macam sayur mentah dipotong-potong, termasuk si cincau hijau (kelihatan kan?...yang hijau-hijau tapi bukan selada :p), lalu ditaburi wijen putih-hitam, terus masih punya kacang sangrai waktu beli di Cholon, taburi aja. Yang namanya salad selalu sah-sah aja kalau terdiri dari campuran apapun, itu rumus saya... :)
Subscribe to:
Posts (Atom)