Monday, May 24, 2010
Meat Free Monday
Saya sekarang semakin gak doyan makan daging dalam potongan gede, misalnya daging sapi yang dipotong kotak-kotak atau lebih besar lagi, atau ayam goreng. Boleh percaya boleh tidak...rasanya aneh, sulit ditelan, janganka menelan mengunyahnya terasa sulit, tepatnya seperti orang jawa bilang "nggilani".. Sulit kan nyari padanan katanya? :) Kalau dagingnya berupa cincangan, nah masih bisa saya memakannya. Kapan terjadinya? tepatnya saya juga tidak tahu, mungkin waktu saya semakin rajin gak makan daging. Kalau ketemu dagingnya bukannya semakin mencari atau terasa lebih nikmat, malah terasa aneh.
Sudah 100% tidak makan daging?... belum! Kadang saya masih makan telur, meskipun seperti halnya kadang-kadang di akhir pekan makan daging, maka makan telur juga jarang-jarang.
Nah..bagaimana dengan Meat Free Monday hari ini? Tadi pagi sarapan Vegetarian Nachos. Nachosnya ya nachos biasa terbuat dari jagung. Isinya kacang merah, irisan daun selada, irisan tomat dan bubur avokad di Huong Viet alias Vietnamese Aroma. Salah satu tempat favorit saya, terutama kalau pengen makan French Toast. Satu manajemen dengan La Cantina - yang makanan Mexiconya juga enak-enak, reasonable price dan quite generous portion. Sedangkan Huong Viet lebih banyak memiliki menu makanan Vietnam selain Mexico & Western.
Kok tumben gak sarapan buah? Bangun nya telaat..bangunnya sih tetap pagi. Turun dari ranjangnya yang telat.. Gak tau kenapa this morning turned to be a lazy monday :).
Makan siang di Pháp Hoa Cơm Chay. Depot Vegetarian favorit kami. Murah meriah pula, makan berdua termasuk minum es tehnya 40.000VND alias 20.000 rupiah. Tumis jamur, salad sayur dan vegetarian lumpia (isinya talas, lapu parang & wortel). Sebelum pulang, mbungkus dulu 3 biji lumpia. Biasanya jam 5an gitu agak-agak lapar :). Ternyata saya tidak lapar blasss...hari ini begitu panasnya, sampai saya lebih kehausan daripada kelaparan.
Makan malam? saya tidak makan malam. Cuman menemani Fifo makan, sambil menghabiskan lumpia nya Pháp Hoa tadi - yang sedianya buat cemilan sore - dan minum jus jeruk bali tanpa gula alias sugar free pomelo juice alias nước ép bưởi không dường. Masih lagi segelas es teh tawar, dan segelas lagi setelah sampai di rumah.
Begitulah Meat Free Monday saya... :)
Huong Viet / Vietnamese Aroma - 175/10 Phạm Ngũ Lão, Q1, HCMC
Pháp Hoa Cơm Chay - 200 Nguyễn Trãi, Q1, HCMC
Thursday, May 6, 2010
Trying to be 100% vegetarian
Sejauh ini, baru bisa sehari-hari vegetarian, waktu weekend masih makan daging sekali-sekali, sambil meminta maaf pada hewan yang saya santap. It's true!! setiap mau makan, saya bilang "ayam maaf ya kamu saya makan...." hehehehe...
Lalu menu hari ini? Saya bikin jamur tumis dan tahu. Tadinya mau bikin jamur-tahu tumis kecap dengan lalap dan sayur kukus. Ternyata Fifo gak jadi makan di rumah. berhubung makan sendirian, ya sudah porsi jamur dan tahu dikurangi. Sayur yang tadinya mau dikukus, mau saya cemplungkan saja ke tumisan tahu-jamur, lalu dihidangkan dengan daun selada & tomat.
Sekarang sih, saya sedang menikmati jagung kukus ditaburi kacang hijau, parutan kelapa dan bawang goreng. "Cemilan" favorit saya di Vietnam ini.. :)
Tadi pagi, sebagai sarapan adalah jambu air dan papaya potong.. lalu 30 menit kemudian ditutup dengam minum segelas jus Rau Ma.. alias daun pegagan.. Sekarang tidak terlalu sering minum rau ma but still my favourite..
Tuesday, August 11, 2009
Wonderful tempe
Ini tempe baru... baru segalanya! Kedelainya baru beli, Raginya baru dapat, tempenya baru jadi langsung di foto... (ini 2 hari lalu..)
Senangnya hari saya... tempenya putih dan cantik, lihat aja bahkan serabut temepnya juga cantik.
Hingga hari ini tetap saja saya pakai takaran sendok - tetap gak punya timbangan - hehehehe..
Ini sekitar 15 sendok makan kedelai, saya pakai raginya 2 jumput setengah.
Kalau nguliti tidak lagi dalam air seperti biasa, selesai saya rebus, saya diamkan agak dingin lalu saya saring, baru saya kuliti, kulit langsung masuk keranjang sampah, jadi saya tidak bolak-balik membilas dengan air seperti halnya kalau menguliti dengan kedelai tetap dalam panci beserta air rebusan nya (dan itu pun tetap saja bikin tangan pegel gak keruan... hehehe)
Dan - mungkin ini adalah berkah - selama di Saigon, tempe ini selalu sukses kalau pakai daun pisang, bukan plastik
Jadi kira-kira tempe saya sukses bila...
* Pakai kedelai yang besar bulat-bulat (kalau yang gepeng terlalu keras)
* Merebus kedelainya tidak 30 menit - 20 menit saja cukup (kecuali mau tempe yang empuk sekali waktu dimakan)
* Menggunakan daun pisang
* Dan resep standar lainnya, ragi baru, tetap kering, tangan tidak basah selama meragi, perlatan bersih, tempat menaruh ragu bersih
* O iya... bagian atas keranjang tempat saya naruh tempe, saya tutupi serbet..
Hari ini Tempe Day lagi, kali ini mencoba peruntungan dengan menggunakan plastik lagi...
Mari kita lihat hasilnya.. Sim Salabim Abakadabra... !
Saturday, June 6, 2009
Tempeku..Oh Tempeku
Eh...sedang asik-asik menunggu kering, dan berharap hari ini tiada lagi kegagalan, ternyata Fifo sudah pulang, maka waktunya untuk pertandingan tenis sudah datang. Walah..walah..!
Tadinya sudah maju mundur antara ikut atau tidak, secara sudah capek-capek ngupas gitu loh.. gak rela juga kalau gagal lagi. Tapi berhubung ke Hoa Dang di jalan Dien Bien Phu dia gak tahu, saya pikir kalau dia nyasar maka ketemu Nelson semakin telat ke pertandingan juga telat, wah tambah runyam. Ya sudah lah rela aja ikut.
Seperti sudah di duga kalau kedelainya dikeringkan tapi tidak ditungguin, maka yang ada jadi kering kerontang, kalau sudah begitu tidak bisa dikasih ragi. Sampai saya bela-belain pulang dari pertandingan tadi memilah yang masih bisa "diselamatkan" alias yang gak kekeringan. Kasih ragi, masukin ke plastik, meskipun jadinya mini, masih berharap besok malam akan jadi tempe...
Tempe Oh Tempe.... masih punya semangat aku untuk bikin lagi, meskipun minggu depan bakal sibuk volunteering... (jadi kapan bikin nya dong...)
Kayaknya ronde berikutnya musti pakai daun pisang nih...
Wednesday, June 3, 2009
Tempe ku... Gagal Maning..Gagal Maning
Padahal AC di ruang tamu tadi malem juga gak nyala, jadi apa dong???
BIasanya pakai kantung plastik juga jadi, meskipun kadang-kadang juga sih... malah kadang-kadang 50-50 (ini bukan metode bantuan di Who wants to be millionaire..), alias kalau bikin 4, kadang ada 1-2 bungkus gak jadi, yang lain jadi. Dan sejauh ini kalau saya bungkus dengan daun pisang, pasti jadi. Mungkin jodohnya dengan daun pisang kali.
Padahal lagi - karena di srumah selalu sukses - waktu balik dari Indo, sudah bawa itu plastik yang sama persis, beli 5 pak lagi, banyak kan? Lah kalau gak kepakai, giman coba itu plastik, mau buat bekal makanan juga terlalu kecil.
Oh Tempe... kau buat diriku jatuh bangun mengejar mu...Halah!
Tuesday, May 26, 2009
Bertekad tidak minum susu sapi...

Setelah tinggal di Saigon, jangankan nyaring susu kedelai, blender aja gak punya, tapi... di pasar 'mini" kesayangan saya itu, saya bisa membelinya dengan 2000 VND saja, yang sering-sering saya minum 2x. Murah dan sehat kan?
Saturday, May 9, 2009
Dragon Fruit - The Red One

Water 80-90 g
Carbohydrates 9-14 g
Protein 0.15-0.5 g
Fat 0.1-0.6 g
Fiber 0.3-0.9 g
Ash 0.4-0.7 g
Calories: 35-50
Calcium 6-10 mg
Iron 0.3-0.7 mg
Phosphorus 16 - 36 mg
Carotene (Vitamin A) traces
Thiamine (Vitamin B1) traces
Riboflavin (Vitamin B2) traces
Niacin (Vitamin B3) 0.2-0.45 mg
Ascorbic acid (Vitamin C) 4-25 mg
Common Name: Dragon fruit
Vernacular Names: Pitaya, Pitahaya, Strawberry pear
Scientific Name: Hylocereus polyrhizus
Baca di sini kalau ingin tahu lebih banyak : http://en.wikipedia.org/wiki/Pitaya